Saturday, May 2, 2009

Otto Hahn : Penemu Pembelahan Inti

. Saturday, May 2, 2009
3 komentar


Otto Hahn (1879-1968) adalah ahli kimia dan fisika Jerman, penemu pembelahan inti (fisi nuklir ,1938), penemu radioactinium (1905), mesothorium (1907) dan protakkctinium (1917), doktor, guru besar, pengarang, Presiden Kaiser Wilhelm Society (1948-1960). 

Bersama Frietz Strassmann ia mendapat hadiah Nobel untuk kimia pada tahun 1944. Hahn lahir di Frankfffurt am main, Jerman, pada tanggal 8 maret 1879 dan meninggal di Gottingen, Jerman, pada tanggal 28 Juli 1968 pada umur 89 tahun karena jatuh. Pada umur 66 tahun tubuhnya masih kokoh kuat. Pada umur setua itu ia suka mendaki gunung dan menjaga kondisi tubuhnya dengan lari pagi tiap hari. Ayah Hahn tukang kaca, ia mengharakan Hahn jadi arsitek. Hahn sendiri ingin bekerja di sebuah perusahaan. Ketika masih di SMA, Hahn tidak tampak akan jadi orang terkemuka. Ke pandaiannya sedang-sedang saja. Meskipun di rumah keadaannya serba sederhana dan jauh dari minuman keras, namun setelah jadi mahasiswa sifat Hahn jadi lain. Ia suka minum bir, menghisap cerutu, dan mengejar-ngejar gadis. Pada waktu itu ia membolos tidak ikut kuliah fisika dan matematika karena ingin mengikuti kuliah filsafat dan seni. Meskipun hidup dengan gaya semacam itu ia berhasil mendapat gelar doktor paa tahun 1901 pada umur 22 tahun. 

Tiga tahun kemudian ia pergi ke Inggris karena ingin belajar bahasa Inggris. Ia melamar pekerjaan dan diterima di Universitas College. Di sini ia bertemu dengan Sir William Ramsay, ahli kimia Skotlandia, penemu Helium, Neon , Argonkripton, Xenon dan Radon. Hahn diberikan tugas memurnikan penyiapan radium kasar, ternyata Hahn seorang ahli eksperimen yang mengagumkan.satu tahun kemudian ia menemuka zat radio aktif yang ia beri nama Radiothorium(1905). 

Pada tahun 1930-an Enriko Fermi, ahli fifika italia, mengebom Uranium, unsur alam yang paling berat. dengan netron.ialah partikel subatom yang tidak bermuatan listrik. Pengeboman ini menghasilkan zat-zat yang radioaktif. Tapi Fermi sendiri tidak tahu apa nama unsur itu. Ia mengira unsur itu adalah unsur buatan yang mirip Uranium. Sejak tahun 1934 Hahn sangat tertarik akan penelitian Fermi. Ia mengulang percobaan Fermi bersama pembantunya, ialah Miss Meitner dan Strassmann. Mereka mengadakan penelitian selama 4 tahun. Mereka mengebom uranium dengan netron,yang menghasilkan barium, ialah unsur yang mempunyai bobot Uranium. Nomor atom barium 56, sedang nomor atom Uranium 92. Penemuan ini diumumkan di majalah Die Natirwissenschaften pada tanggal 6 Januari 1939. Tapi Hahn dan Strassmann tidak berani mengatakan bahwa itu pembelahan inti, Karena takut diejek dan ditertawakan para ahli fisika dan kimia sezamannya. Pembelahan inti diangap sesuatu yang mustahil. 

Pada tahun 1938, ketika pembelahan inti ditemukan, Lise Meitner melarikan diri ke Swedia karena ia orang Yahudi. Ia takut dibunuh Hitler. Di Swedia ia membaca laporan Hahn. Bersama Otto Frisch, kemenakannya, ia menjelaskan dengan tegas, bahwa penemuan Hahn adalah fisi nuklir. Meitner dan Otto Frisch menyerahkan agar istilah itu dipakai. Penemuan Hahn ini dipelajari sungguh-sungguh di Amerika Serikat hingga Amerika Serikat berhasil membuat bom atom pertama di dunia. 

Sumber : Blog Dwi Susilo ( http://fisika.net )

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, April 21, 2009

Fisika Nuklir dan Fisika Partikel

. Tuesday, April 21, 2009
1 komentar

Pendahuluan 
Tulisan ini menjabarkan tentang sifat-sifat partikel elemen dalam subatom sekaligus mempelajari gaya yang menyebabkan suatu partikel elemen dapat bergabung dengan partikel elemen yang lain juga yang memisahkan setiap partikel elemen. Pembahasan dititikberatkan pengetahuan dasar ilmu fisika nuklir dan fisika partikel yang saat sekarang sangat berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan. Penulis berusaha untuk mejelaskan isi tulisan ini secara sederhana sehingga dapat dijangkau oleh kalayak umum. Tulisan ini juga bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya benda dalam alam semesta ini tersususn oleh elemen terkecil. Selain hal diatas, tulisan ini juga didasarkan pada perkembangan ilmu fisika nuklir dan fisika partikel dalam waktu 50 tahun terakhir. Selanjutnya tulisan ini menerangkan bahwa proton dan neutron bukan lagi merupakan elemen partikel terkecil sebagai penyusun inti atom. 

Sejarah dan Perkembangan Partikel Elemen 
Pembahasan dan masalah yang berkaitan dengan partikel elemen dewasa ini merupakan suatu perhatian khusus yang sangat menarik bagi para ahli ini, khususnya para ahli fisika baik dalam bidang percobaan maupun dalam bidang teori. Partikel elemen merupakan partikel dasar pembentuk seluruh zat yang ada dalam alam semesta, termasuk air, udara, api, bumi beserta isinya dan seluruh jagat raya. Pengkajian dan pengetahuan akan berbagai sifat partikel dasar di atas merupakan suatu gejala alamiah yang mulai populer dikenal pada abad ke-19, yaitu setelah Democritus mempublikasikan teori tentang ATOM''. 

Berdasarkan ilmu fisika klasik, atom merupakan suatu zat yang tidak dapat dibagi lagi atas komponennya dan dianggap sebagai suatu titik bermassa. Sifat di atas sudah sangat dikenal dalam ilmu mekanika klasik dan sudah sangat jelas pembahasannya oleh Hukum Mekanika Newton. Pengetahuan tentang atom terus berkembang dan pada abad ke-20 pandangan dan pengetahuan fisika klasik tentang atom mulai luntur setelah ditemukannya suatu gejala alamiah lain yang dikenal dengan Gejala Elektromagnetik. Secara langsung gejala alamiah ini merupakan suatu fakta dan jawaban yang mengubah pandangan dan pengetahuan ilmu fisika klasik tentang atom. Pada masa tersebut para ahli sudah dapat menyimpulkan bahwa atom bukan lagi merupakan suatu zat terkecil yang tidak dapat diuraikan lagi atas komponennya. Sebagai pengetahuan lanjutan saat itu telah dikenal adanya partikel pembentuk atom yaitu proton dan neutron dalam inti atom dan dikelilingi oleh elektron. Partikel-partikel elemen di atas sudah sangat dikenal dan merupakan partikel yang stabil. Proton dan neutron sebagai pembentuk inti atom juga disebut sebagai nukleon. Penelitian tentang partikel elemen terus berkembang dan pada tahun 1950-an dunia pengetahuan tentang partikel elemen ini mengalami penyempurnaan yang sangat baru dimana proton, elektron, dan partikel elemen lain tidak merupakan partikel dasar yang sebenarnya tetapi terdiri dari partikel elemen yang lebih kecil lagi yang sekarang disebut KUARK''.  

Mungkin muncul pertanyaan dalam pikiran pembaca. Bagaimana dan apa sumber yang dapat menghasilkan partikel elemen tersebut? Di sini penulis mencoba menjelaskan secara sederhana tentang pembentukan beberapa partikel elemen yang sudah umum dilakukan oleh para ahli percobaan di laboratorium penelitian. Berkas elektron yang mengandung jutaan partikel elektron dapat dengan mudah dihasilkan dengan cara memanaskan sebatang logam yang dihuhungkan dengan kutub negatip dari sumber listrik (dalam hal ini disebut juga sebagai kutub negatip atau katoda) di bawah titik leburnya. Selanjutnya berkas elektron tersebut dapat diarahkan ke suatu arah tertentu dengan cara meletakkan sebatang logam lain disekitarnya yang telah dihubungkan dengan kutub positip dari sumber listrik (disebut juga sebagai kutub positip atau anoda). Dalam kehidupan sehari-hari manfaat penghasilan berkas elektron ini sudah lama kita pergunakan misalnya pada tabung televisi di rumah dimana dengan pemanfaatan partikel elektron ini dan perlengkapannya kita dapat melihat gambar melalui layar. Berkas elektron yang dihasilkan dapat pula menghasilkan berkas proton dengan cara membombardir molekul hidrogen. Dengan perkataan lain bila kita tabrakkan berkas elektron pada target molekul hidrogen maka kita akan memperoleh jutaan proton. Dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bahwa satu tangki hidrogen dapat disamakan dengan satu tangki proton. 

Sumber Partikel Elemen yang Populer Saat Sekarang 

Saat kini kita mengenal tiga sumber besar penghasil berbagai partikel elemen antara lain sinar kosmik, reaktor nuklir dan pemercepat partikel. 

Angkasa bumi pada dasarnya mengalami pembombandiran oleh partikel yang berenergi tinggi misalnya proton yang berasal dari luar angkasa. Ketika partikel-partikel yang berenergi tinggi tersebut bertubrukkan dengan atom-atom pada bagian lapisan udara terluar akan dihasilkan hujan partikel (karena berbentuk seperti hujan). Sumber partikel seperti ini disebut sebagai SINAR KOSMIK''. Pada umumnya sebagian besar partikel-partikel yang dihasilkan dalam sinar kosmik tersebut adalah partikel elemen lain yang disebut sebagai MUON''. Muon adalah partikel elemen yang bermuatan negatip seperti halnya elektron, tetapi muon memiliki massa yang jauh lebih besar dari elektron. Berdasarkan hasil penelitian muon memiliki massa sekitar 200 kali lebih besar dari massa elektron. 

Reaktor nuklir dewasa ini dapat menghasilkan berbagai jenis partikel misalnya dengan cara meluruhkan zat yang bersifat radioaktif. Peluruhan zat radioaktif secara umum dapat menghasilkan neutron, sinar alpha yang merupakan gabungan dasar dari partikel neutron dan partikel proton, sinar beta  yang terdiri dari elektron dan sinar gamma yang disebut juga FOTON''. 
Pemercepat partikel merupakan suatu rangkaian peralatan yang dapat menaikkan kecepatan partikel saat bergerak. Salah satu cara untuk mempercepat partikel adalah dengan menginjeksikan energi dan mengatur besarnya elektromagnetik yang dipergunakan pada berkas partikel sehingga partikel dapat mencapai energi kinetik yang diharapkan dalam pergerakkannya. Saat sekarang telah dapat dihasilkan berbagai berkas sinar partikel misalnya berkas sinar positron, berkas sinar antiproton, berkas sinar muon dan lain-lain. 

Beberapa pemercepat partikel terbesar dunia yang masih aktip dan masih menghasilkan data penelitian sampai sekarang antara lain: 
1. Stanford Linear Accelerator Center (SLAC), California, USA. 
2. Cornell Electron Synchrotron (CLEO), New York, USA.  
3. The Continuous Electron Beam Accelerator Facility (CEBAF), Virginia, USA. 
4. National Laboratory for High Energy Physics (Koh-Ene-Ken) (KEK), Ibaraki, Jepang. 
5. Conseil Europeen puor la Recherche Nucleaire (CERN), Geneva, Switzerland. 
6. Deutches Elektromen Synchrotron (DESY), Hamburg, Jerman. 
7. Serpukhov Proton Synchrotron, Sepukhov, Russia. 

Sumber : Romulus Godang (Fisika USU (Synchrotron Laboratory, Universitas Cornell)) 

Klik disini untuk melanjutkan »»

Bagaimana Medan Magnet Mempengaruhi Peredaran darah?

.
0 komentar


Darah mengandung zat besi dan medan magnet masuk melalui kulit ke dalam jaringan tubuh dan aliran darah. Zat besi di dalam darah dipengaruhi oleh medan magnet, yang menyebabkan peredaran dalam pembuluh darah serta aktifitasnya meningkat, membuat aliran darah lebih baik. 

Setiap bagian dari tubuh bergantung kepada darah untuk menyediakan oksigen dan nutrisi yang diperlukan agar dapat bertahan hidup. Ketika magnet ditempatkan langsung pada pembuluh arteri utama seperti pembuluh arteri jantung (titik nadi di pergelangan tangan) atau pada pembuluh arteri karotid (titik nadi di leher) akan ada penyerapan yang lebih besar pada aliran darah sehingga medan magnet dapat dialirkan keseluruh tubuh.Saat aliran darah dalam tubuh meningkat, maka oksigen, nutrisi dan hormon-hormon akan didistribusikan kedalam jaringan dan organ-organ tubuh secara lebih efektif dan cepat. 

Organ-organ anda mempunyai persediaan oksigen dan nutrisi yang segar dan kaya untuk memelihara organ-organ tersebut. Juga jaringan-jaringan mendapatkan oksigen, nutrisi-nutrisi yang dapat menyembuhkan dan hormon-hormon termasuk endorfin, yang merupakan hormon alami tubuh untuk menghilangkan rasa sakit.

Dewasa ini, Magnet Positif sangat berlebihan, sedangkan Energi Magnet Negatif yang dikeluarkan oleh Gelang & perhiasan Kesehatan Amega Bio-Energy akan mengatur dan membantu meningkatkan Sirkulasi darah Anda dan menyebabkan system syaraf bekerja dengan baik.
Sumber : Amega Wellness

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com